Regenerative agriculture (RA) atau pertanian regeneratif menjadi salah satu pendekatan yang banyak dibicarakan selama lima tahun terakhir. Pendekatan ini menekankan perbaikan kualitas tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, ketahanan iklim, serta keberlanjutan ekonomi bagi pelaku usaha tani. Sejumlah penelitian internasional yang terbit pada 2020-2025 menunjukkan bahwa praktik RA menawarkan manfaat nyata bagi sistem pangan di berbagai negara. Berbagai teknik seperti pengolahan tanah minimum, penanaman tanaman penutup (cover crop), agroforestri, diversifikasi tanaman, hingga integrasi ternak terbukti membantu meningkatkan kandungan karbon organik tanah, menekan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan biodiversitas. Di banyak wilayah, praktik-praktik ini juga diikuti dengan peningkatan hasil dan keuntungan usaha tani, terutama pada lahan yang sebelumnya mengalami degradasi. Namun, efektivitas RA sangat dipengaruhi oleh kondisi setempat mulai dari jenis tanah, iklim, struktur lanskap, hingga situasi sosial-ekonomi petani. Beberapa penelitian juga mencatat adanya trade-off, seperti kebutuhan investasi awal, penyesuaian teknik budidaya, dan ketersediaan pasar yang mendukung produk berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan implementasi RA memerlukan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Arah Pengembangan ke Depan Kajian global tahun 2020-2025 menegaskan bahwa pertanian regeneratif berpotensi menjadi pendekatan penting dalam mewujudkan produksi pangan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat ekologis, berbagai penelitian juga menyoroti dampak sosial-ekonomi yang positif, terutama terkait peningkatan ketahanan petani dan efisiensi usaha tani. Ke depan, para peneliti merekomendasikan beberapa fokus utama, antara lain: memperbanyak riset jangka panjang skala lanskap, mengoptimalkan kombinasi praktik RA sesuai karakteristik setiap wilayah, mengintegrasikan analisis ekonomi, lingkungan, dan kebijakan secara lebih mendalam, serta menemukan mekanisme efektif untuk memperluas adopsi di tingkat petani kecil dan sumber daya terbatas. Dukungan kebijakan, insentif pembiayaan, dan program pelatihan yang mudah diakses menjadi kunci agar praktik pertanian regeneratif dapat memberikan dampak yang lebih luas, terutama di negara berkembang. Dengan arah pengembangan yang jelas dan dukungan lintas sektor, RA berpotensi menjadi fondasi penting bagi sistem pangan global yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sumber: Peeters, J., Peeters, J., Willems, S., Jacobs, K., & Martin, B. (2025). Regenerative agriculture in the 2020s : A global review of soil , climate , productivity , and socio- economic evidence ( 2020 – 2025 ). 6(2), 99–105.
Lean Manufacturing (LM) dikenal sebagai pendekatan untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Namun, penelitian terbaru pada industri manufaktur di Thailand menunjukkan bahwa lean tidak hanya memperbaiki proses internal perusahaan, tetapi juga memberikan pengaruh penting pada hubungan kerja antarperusahaan dan kinerja rantai pasok secara keseluruhan. Studi tersebut menemukan bahwa penerapan lean manufacturing: Meningkatkan kualitas hubungan dalam rantai pasok (Supply Chain Relationship/SCR) melalui komunikasi yang lebih terbuka, koordinasi yang lebih baik, dan kepercayaan antar mitra. Meningkatkan kinerja rantai pasok (Supply Performance/SP) secara langsung, terutama dalam kecepatan pemenuhan pesanan, efisiensi biaya, dan ketepatan waktu pengiriman. Memberikan dampak tidak langsung terhadap kinerja melalui peningkatan kualitas hubungan antar anggota rantai pasok. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi proses dan kekuatan hubungan tidak bisa dipisahkan. Lean yang selama ini dipandang sebagai pendekatan berbasis transaksi ternyata juga memperkuat fondasi kerja sama jangka panjang. Peneliti menekankan bahwa perusahaan akan mendapat manfaat maksimal jika lean diterapkan bersamaan dengan strategi kolaboratif yang mengedepankan keterbukaan, berbagi risiko, dan komitmen bersama. Studi ini juga memberikan masukan untuk pengembangan penelitian ke depan, seperti perlunya metode sampling yang lebih luas serta penggunaan data operasional nyata agar hasil lebih general dan akurat. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa lean manufacturing bukan hanya strategi peningkatan efisiensi, tetapi juga alat penting untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan daya saing rantai pasok secara berkelanjutan. Vanichchinchai, A. (2019). sustainability The Effect of Lean Manufacturing on a Supply Chain Relationship and Performance. 26–28.
Cara Menanam Cabe Rawit dengan Mudah di Pot dan Polybag yaitu 1. pilih pot dan isi dengan media tanam, 2. tanam bibit cabe, 3. siram dengan air bersih, 4. hindari sinar matahari langsung, 5. pindahkan bibit cabe..
Belajar Apa di Jurusan Teknik Industri Selain memperkuat pengetahuan di bidang Fisika, Kimia, Statistika, Kalkulus, dan Matematika, mahasiswa Teknik Industri juga akan belajar mengenai Sistem Produksi, Gambar Teknik, Ekonomi Teknik, Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja, Proses Manufaktur, dan topik lainnya..
Pengertian Hidroponik adalah sistem budidaya tanaman yang mengeliminasi penggunaan tanah dan mengandalkan media air atau larutan nutrisi sebagai pengganti. Kelebihan Teknik Hidroponik...Kekurangan Teknik Hidroponik...