Layanan buggy car merupakan salah satu fasilitas penting yang disediakan bandara untuk mendukung mobilitas penumpang berkebutuhan khusus, seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, maupun penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu. Agar layanan ini dapat berjalan secara optimal, diperlukan pengelolaan operasional yang efektif, mulai dari ketersediaan armada, pengaturan titik penjemputan, hingga prosedur pelayanan yang jelas. Pengelolaan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang, tetapi juga menciptakan layanan transportasi udara yang lebih inklusif dan berorientasi pada keselamatan. Evaluasi terhadap layanan buggy car menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan jumlah kendaraan, penggunaan oleh penumpang yang tidak menjadi prioritas, serta belum adanya prosedur operasional baku yang terdokumentasi. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, diperlukan penyusunan standar operasional yang lebih terstruktur, penambahan titik layanan, peningkatan kompetensi petugas melalui pelatihan berkala, serta pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan layanan. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan pelayanan bandara yang lebih efisien, adil, dan ramah bagi seluruh pengguna, khususnya penumpang berkebutuhan khusus. Sumber: https://www.jurnal.ftkunsurya.com/index.php/jtk/article/view/308
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor olahan pangan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam mengelola proses produksi secara efisien. Penerapan pendekatan teknik industri, seperti perbaikan tata letak produksi, analisis waktu kerja, dan prinsip lean production, menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi pemborosan dalam proses produksi. Penerapan berbagai metode tersebut terbukti mampu mempercepat waktu produksi, menekan jumlah produk cacat, serta meningkatkan kualitas hasil produksi. Selain berdampak pada peningkatan pendapatan, pendampingan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya manajemen waktu, pengendalian mutu, dan keselamatan kerja. Inovasi ini menunjukkan bahwa penerapan teknik industri dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing UMKM dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Sumber: https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/view/3242
Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting bagi industri garmen dalam meningkatkan efisiensi proses produksi dan mempercepat pengambilan keputusan. Pengelolaan data produksi yang masih dilakukan secara manual sering kali menyebabkan keterlambatan penyampaian informasi, sehingga dapat menghambat koordinasi antarbagian dan menurunkan produktivitas. Penerapan sistem digital dalam manajemen produksi hadir sebagai solusi untuk mempercepat alur informasi sekaligus meningkatkan akurasi pengelolaan data. Implementasi sistem berbasis digital terbukti mampu mempercepat proses pelaporan data produksi, mengurangi beban administrasi, serta meningkatkan koordinasi antarunit kerja. Selain memberikan efisiensi waktu, sistem ini juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat. Penerapan teknologi digital dalam industri garmen menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus mendorong terciptanya proses produksi yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Sumber: https://ejournal.uicm.ac.id/index.php/sainteks/article/view/1034
Perkembangan sektor transportasi mendorong perusahaan untuk memilih moda yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Salah satu pilihan yang kini banyak dipertimbangkan adalah penggunaan bus listrik sebagai alternatif bus berbahan bakar konvensional. Meskipun membutuhkan biaya investasi awal yang lebih besar, bus listrik menawarkan keunggulan berupa biaya operasional dan perawatan yang lebih rendah sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi dalam jangka panjang. Analisis kelayakan investasi menunjukkan bahwa baik bus listrik maupun bus konvensional sama-sama layak untuk dioperasikan dari sisi finansial. Bus konvensional memberikan tingkat keuntungan dan pengembalian investasi yang lebih cepat, sedangkan bus listrik memiliki prospek yang menjanjikan berkat efisiensi biaya operasional serta kontribusinya dalam mengurangi emisi. Oleh karena itu, pemilihan jenis armada perlu mempertimbangkan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, efisiensi operasional, dan komitmen terhadap transportasi yang lebih berkelanjutan. Sumber: https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/article/view/1575
Penggunaan detergen berbahan kimia secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan, terutama perairan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah detergen cair berbahan dasar buah lerak, yaitu bahan alami yang telah lama dikenal memiliki kandungan saponin sebagai pembersih alami dan lebih aman bagi lingkungan. Melalui kegiatan edukasi dan pelatihan, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai dampak penggunaan detergen konvensional, tetapi juga dibekali keterampilan dalam membuat detergen cair berbasis buah lerak secara mandiri. Inovasi sederhana ini berpotensi mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Sumber: https://jurnal.uns.ac.id/jurnal-semar/article/view/109413