Limbah cair dari industri tahu merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan eco-enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik, sebagai agen bioremediasi. Eco-enzyme yang dibuat dari kulit nanas dan kulit jeruk purut berpotensi membantu memperbaiki kualitas limbah cair secara alami sehingga lebih aman sebelum dibuang ke lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eco-enzyme mampu meningkatkan nilai pH limbah cair tahu hingga mendekati kondisi netral serta menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) secara signifikan, yang menandakan berkurangnya kandungan bahan pencemar organik. Meskipun belum efektif dalam menurunkan nilai Total Dissolved Solids (TDS), inovasi ini menunjukkan potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah buah menjadi eco-enzyme juga menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang mendukung pengurangan limbah sekaligus pelestarian lingkungan. Sumber: https://ejournal.uksw.edu/juses/article/view/14547
Sampah perkotaan tidak hanya menjadi tantangan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif. Di Kota Banjarmasin, pengelolaan sampah menghadapi berbagai kendala, terutama setelah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih. Kondisi tersebut mendorong perlunya pendekatan baru yang memandang sampah bukan sekadar limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi sekaligus mengurangi beban lingkungan. Analisis karakteristik kimia sampah menunjukkan bahwa komposisi limbah di Kota Banjarmasin memiliki kandungan energi yang cukup untuk dikembangkan menjadi energi terbarukan. Pemanfaatan teknologi konversi sampah menjadi energi berpotensi mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan sekaligus menyediakan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Sumber: https://daurling.unbari.ac.id/index.php/darling/article/view/367
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dibuang begitu saja setelah digunakan berulang kali untuk menggoreng. Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai guna minyak jelantah adalah melalui proses pemurnian menggunakan arang aktif sebelum diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, seperti sabun batang. Penerapan teknologi sederhana ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas minyak jelantah, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai fungsi arang aktif sebagai bahan pemurni minyak serta memperoleh keterampilan dalam proses pembuatan sabun. Inovasi ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga. Sumber: https://akses.ptki.ac.id/jurnal/index.php/apitek/article/view/233
Kemitraan antara perusahaan dan peternak ayam broiler menjadi salah satu strategi dalam mendukung perkembangan usaha peternakan skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pola kemitraan, peternak memperoleh akses terhadap bibit, pakan, pendampingan teknis, hingga jaminan pemasaran hasil produksi. Skema ini mampu membantu peternak meningkatkan produktivitas dan mengurangi berbagai risiko usaha yang sering dihadapi dalam budidaya ayam broiler. Di sisi lain, keberhasilan kemitraan juga perlu diimbangi dengan hubungan yang lebih seimbang antara perusahaan dan peternak. Tingginya ketergantungan peternak terhadap penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, dan akses pasar menunjukkan pentingnya peningkatan transparansi, penguatan kapasitas peternak, serta perluasan pilihan usaha. Dengan kemitraan yang lebih adil dan berkelanjutan, peternak dapat memiliki daya tawar yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan daya saing sektor peternakan ayam broiler di Indonesia. Sumber: https://www.usahid.ac.id/conference/index.php/snpk/article/view/513
Tanaman kangkung merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat. Di Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, budidaya kangkung memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena didukung oleh kondisi lahan yang sesuai serta pengalaman petani dalam mengelola proses budidaya. Tahapan budidaya dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan lahan, pemupukan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen, sesuai dengan praktik budidaya yang umum diterapkan oleh petani. Agar potensi agribisnis kangkung dapat berkembang secara optimal, diperlukan dukungan dari berbagai pihak melalui penguatan kemitraan, kelembagaan petani, serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan usaha tani sayuran. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing petani. Dengan pengelolaan agribisnis yang lebih terarah, budidaya kangkung tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Sumber: https://jurnal.ciptamediaharmoni.id/index.php/kontribusi/article/view/825