Petani lokal memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat pedesaan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sektor agribisnis dituntut untuk beradaptasi melalui berbagai inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing. Namun, transformasi digital tidak seharusnya mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari budaya dan praktik pertanian masyarakat selama bertahun-tahun. Perpaduan antara teknologi modern dan pengetahuan lokal dapat menjadi fondasi dalam menciptakan sistem agribisnis yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi seperti smart farming, platform pemasaran digital, dan perdagangan elektronik (e-commerce) membuka peluang yang lebih luas bagi petani untuk meningkatkan efisiensi budidaya serta memperluas akses pasar. Meski demikian, keberhasilan penerapan inovasi tersebut sangat dipengaruhi oleh pendekatan yang menghargai budaya lokal, memperkuat kolaborasi masyarakat, dan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan teknologi. Dengan mengintegrasikan inovasi digital dan kearifan lokal, sektor agribisnis diharapkan mampu menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim dan dinamika pasar, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat pedesaan. Sumber: https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/JHUSE/article/view/324
Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor agribisnis yang berperan penting dalam mendukung perekonomian, khususnya di negara berkembang. Namun, proses distribusi dari perkebunan hingga produk sampai ke konsumen masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, perubahan regulasi lingkungan, serta dinamika pasar internasional. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pengelolaan rantai pasok yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing industri. Berbagai inovasi dapat diterapkan untuk memperkuat sistem rantai pasok kelapa sawit, di antaranya pemanfaatan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT) dan blockchain untuk meningkatkan transparansi, ketertelusuran, serta efisiensi proses logistik. Selain itu, penerapan prinsip keberlanjutan, penguatan kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi sektor ini. Dengan pengelolaan rantai pasok yang lebih terintegrasi, industri kelapa sawit tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sumber: https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/tabela/article/view/753
Pemberdayaan petani lokal menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan. Di era digital, inovasi agribisnis tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada integrasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi sosial budaya. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan identitas agraris masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran inovasi berbasis teknologi digital dalam memperkuat posisi petani lokal dengan tetap berlandaskan budaya dan tradisi setempat. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai publikasi nasional dan internasional periode 2020–2025. Fokus kajian mencakup hubungan antara teknologi digital, agribisnis berkelanjutan, dan pelestarian kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi seperti e-commerce pertanian, smart farming, dan platform digital komunitas mampu meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas akses pasar petani. Namun, implementasi inovasi akan lebih optimal apabila disertai pendekatan yang menghargai nilai-nilai lokal dan peran sosial petani. Dengan demikian, inovasi agribisnis berbasis kearifan lokal menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim, sekaligus menjaga keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat pedesaan. Sumber: https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/JHUSE/article/view/324
Yogurt sinbiotik merupakan produk pangan fungsional yang memiliki manfaat bagi kesehatan saluran pencernaan. Penelitian ini mengembangkan inovasi yogurt bertekstur lebih padat sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai produk oles. Pengembangan dilakukan melalui penambahan ekstrak rosella ungu dan tepung kentang merah sebagai bahan fungsional. Rosella ungu dikenal mengandung senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan nilai kesehatan produk. Sementara itu, tepung kentang merah berperan sebagai sumber prebiotik sekaligus agen pengental alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedua bahan tersebut terhadap karakteristik yogurt, meliputi jumlah bakteri asam laktat, pH, total asam tertitrasi, aktivitas antioksidan, viskositas, dan sifat organoleptik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan variasi konsentrasi rosella ungu dan tepung kentang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kedua bahan tidak berpengaruh signifikan terhadap pH, total asam, viskositas, maupun sifat sensori. Namun, kombinasi konsentrasi tertentu mampu meningkatkan aktivitas antioksidan secara nyata. Selain itu, penggunaan tepung kentang merah dalam jumlah lebih tinggi juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah bakteri asam laktat dalam yogurt. Sumber: https://jstpuho.id/index.php/jstp/article/view/109
Mie merupakan salah satu makanan yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Namun, kebutuhan akan produk pangan yang lebih sehat mendorong munculnya inovasi mie non-gluten sebagai alternatif, terutama bagi konsumen dengan intoleransi gluten atau yang ingin menjalani pola makan lebih sehat 🍜 Salah satu inovasi yang menarik adalah pembuatan mie basah non-gluten dengan memanfaatkan kombinasi tepung kentang dan tepung tapioka, serta penambahan bubuk daun kersen (Muntingia calabura). Daun kersen sendiri dikenal memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perbandingan kedua jenis tepung serta penambahan bubuk daun kersen terhadap karakteristik kimia (seperti kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat) serta aktivitas antioksidan pada mie yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan dua faktor utama, sehingga dihasilkan beberapa variasi sampel untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio tepung kentang dan tapioka berpengaruh terhadap beberapa parameter penting. Peningkatan penggunaan tepung kentang cenderung meningkatkan kadar air dan protein, serta menurunkan kadar karbohidrat. Sementara itu, kadar abu dan lemak tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dari sisi fungsional, mie non-gluten yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan berkisar antara 36,2% hingga 52,5%. Menariknya, semakin tinggi konsentrasi bubuk daun kersen yang ditambahkan, maka aktivitas antioksidan juga semakin meningkat. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan lokal seperti kentang, tapioka, dan daun kersen tidak hanya dapat menghasilkan produk mie alternatif bebas gluten, tetapi juga berpotensi sebagai pangan fungsional yang memberikan manfaat kesehatan. Ke depannya, penelitian lanjutan masih diperlukan, misalnya untuk mengkaji potensi efek kesehatan seperti antidiabetes atau penurun kolesterol melalui uji in vivo. Selain itu, eksplorasi teknologi seperti nanoenkapsulasi juga dapat dilakukan untuk meningkatkan penyerapan senyawa bioaktif dalam tubuh. Sumber: https://journal.trunojoyo.ac.id/rekayasa/article/view/27254